DANCING QUEEN

Sebuah Inspirasi bagi Penata Musik

14 Oktober, Istora Senayan — Jakarta

Kebangkitan industri musik di Tanah Air beberapa tahun terakhir ini ternyata tidak luput dari pengamatan musisi, komposer, dan arranger kenamaan Andi Rianto. Sehubungan dengan hal itu, ia dan Magenta Orchestra yang dipimpinnya bekerja sama dengan Merah Putih Showbiz bakal menggelar konser bertajuk "Dancing Queen", yang dijadwalkan di Istora Senayan, Jakarta, tanggal 14 Oktober 2009 mendatang.

"Konser ini memang baru pertama kali, baik dari segi konsep maupun materi lagu yang akan kami suguhkan. Banyak orang mengira ini akan seperti play, tapi bukan yang seperti itu yang akan kami suguhkan. Tentunya ada ide baru. Semua akan terjawab tanggal 14 Oktober nanti, di mana saya bersama artis-artis pendukung dan Magenta Orchestra akan menyajikan sebuah tontonan musik yang berbeda. Ada dialog lewat lagu dan musik. Bukan dengan bahasa verbal," kata penata musik sejumlah film laris seperti Biarkan Bintang Menari dan Kuntilanak kelahiran Papua, 7 Mei 1972 ini. Untuk urusan lagu, menurut Andi lagi, merupakan hasil seleksi tim kreatif termasuk dirinya. Sebuah kreasi seorang musisi dan arranger yang mengaku sudah sejak lama ia menjadi pengagum berat ABBA.

"Dari kecil, saya tumbuh bersama lagu-lagu ABBA yang sangat top itu. Saat saya jadi musisi, banyak aransemen yang terpengaruh ABBA. Buat saya, musik ABBA itu catchy," tutur Andi. Salah satu alasan ia mencetuskan ide ini adalah setelah usai menyaksikan film Mammamia pada September 2008. Hasrat Andi untuk membuat konser pun makin tebal. Meskipun keinginan itu tak langsung terwujud karena kesibukan Andi yang lumayan padat.

"Makanya, Insya Allah tanggal 14 Oktober nanti saatnya. Dalam konser Dancing Queen ini, saya akan melibatkan banyak artis, seperti Titi DJ, Agnes Monica, Vidi Aldiano, Mike Idol, Mulan Jameela, Elfa’s Singers, Sita Nursanti, Patton Idola Cilik dan masih banyak lagi lainnya," tambah Andi. Keinginan Andi tersebut tentu saja adanya sebuah keinginan untuk menghasilkan sebuah karya seni yang megah. Dialog musik dan lagu selain dibangun oleh para penyanyi, juga dengan para musisi dari Magenta Orchestra, dan kuartet cewek Magenta Chamber Girls, yang jumlahnya sekitar 40 personil.

Dalam koser nanti, masing-masing penyanyi akan menyanyikan jumlah lagu yang berbeda. Judul lagu yang dibawakan adalah sekitar 26 lagu. Dan ada beberapa lagu yang dibawakan secara medley. Bahkan ada satu production number yang akan dibawakan secara instrumental di mana Andi akan berkolaborasi dengan Magenta Chamber Girls. Beberapa lagu yang akan dibawakan antara lain Fernando, Waterloo, I do I do I do, Chiquitita, The Winner Takes It All, dan tentu saja Dancing Queen.

Ria HD
PR & Media Relations
Merah Putih Showbiz

Tentang Andi Rianto

Andi Rianto adalah komposer dan pemimpin Magenta Orchestra. Lulusan Berklee College of Music ini telah mengerjakan banyak ilustrasi musik film dan juga menjadi arranger, antara lain Ca-Bau-Kan (2002), Titik Hitam (2002), Biarkan Bintang Menari (2003), Mengejar Matahari (2004), Vina Bilang Cinta (2005), 9 Naga (2006), Jatuh Cinta Lagi (2006), Mendadak Dangdut (2006), Kuntianak (2006), Pesan dari Surga (2006), Pocong 2 (2006), Kangen (2007), Pocong 3 (2007), dan Kuntilanak 2 (2007).

Andi sempat dua kali masuk sebagai nominator Penata Musik Terbaik Festival Film Indonesia (FFI), yaitu untuk film Mendadak Dangdut (FFI tahun 2006) dan Mengejar Mas-Mas (FFI tahun 2007).

Selain mengerjakan musik untuk film, Andi juga menjadi penata musik atau membuat lagu untuk penyanyi lain, seperti Bahasa Langit (2001) milik Ebiet G. Ade (Andi menggarap Ingin Kupetik Bintang Kejora, Bahasa Matahari, dan Nyanyian Getir Tanah Air), Perempuan (2000) miik Rita Effendy, Bahasa Kalbu (1999) milik Titi DJ, serta album Agnes Monica bertajuk Whaddup A...?! (2005).

Bersama Magenta Orchestra, Andi menggelar konser bertajuk Magenta MovieChestra pada tanggal 14 Mei 2008. Konser ini menghadirkan cuplikan film, scoring, dan soundtrack yang dipilih dari film-film fenomenal pada zamannya, mulai dari era Tiga Dara dan film-film Benyamin Sueb, Warkop DKI, hingga film-film terlaris tahun 2000-an, dalam satu balutan orkestra.

Tentang Magenta Orchestra

Magenta Orchestra didirikan tahun 2004 dan sejak saat itu terus menjadi pengiring Indonesian Idol sebagai tanda konsistensi di bidangnya. Magenta Orchestra sudah beberapa kali melakukan konser dengan artis dalam maupun luar negeri, grup maupun perorangan, seperti konser Bimbo, konser Badai Pasti Berlalu, Asian Idol, dan David Benoit. MovieChestra adalah cerita sukses konser Magenta tahun 2008 dengan konsep musik dan film.

Menurut Andi, lagu-lagu ABBA itu merupakan karya yang sangat melodius. "Jarang ada lagu yang bisa everlasting seperti lagu-lagu ABBA. Jadi saya merasa terhormat bisa mengerjakan karya ini," jelas Andi. Tak berbeda dengan Andi, semua pengisi acara, termasuk artis-artis pendukung pementasan ini pun mengagumi keunikan dari ABBA sebagai salah satu grup musik yang cukup punya nama di banyak negara.